Kumpulan Cerpen Terbaru : Renung Diri

6:34 PM Add Comment
arti kehidupan

Cerpen Singkat dan Menarik - Waktu memang sangat cepat berlalu.  Mengapa aku berkata seperti itu? Parameternya sederhana sekali, aku bahkan tak pernah menyadari bahwa sudah tumbuh uban di rambut dan jenggotku, dan rasanya baru kemarin pula aku menanam pohon kecil pemberian dari kakekku sewaktu aku kecil dulu. Namun pohon jambu bol ini sekarang sudah menjulang begitu tinggi, lebih tinggi dari rumah anggota DPR  yang jarang menyapa di seberang jalan sana. 100 tahun usia pohon ini kalau aku tidak salah menyebut. Pohon ini mengundangku agar hadir di ultahnya yang menginjak 1 abad itu. “ Gun, kau bilang kau tak akan ada di sini saat usiamu masih 60 dahulu”. Ya, memang aku pernah berkata demikian kepada pohon ini.  Aku menjawab pelan “Entahlah, aku juga tidak mengerti mengapa aku bisa berada di sini’’.  Pohon jambu bol itu hanya merengut saja tanda tak paham perkataanku barusan. “ Tidak ada yang istimewa dari menjadi tua, aku tidak datang untuk mengucapkan selamat kepadamu wahai pohon jambu. Karena hanya dengan tidur-tiduran saja, setiap orang juga pasti akan menjadi  tua dengan atau tanpa disadari”. Rupanya perkataanku membuat daun telinga pohon jambu bol itu berdiri.” Seenaknya sendiri saja kau  bilang seperti itu, Gun! Apa yang kulakukan selama 100 tahun ini tidak semudah seperti  apa yang kau katakan! Apanya yang hanya tidur-tiduran? “

Makalah Ilmiah : Membaca Dalam Hati

5:18 PM 2 Comments

Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak pernah luput dan terpisah dari informasi. Informasi yang dibutuhkan setiap manusia tersebut beragam jenisnya, bisa dari media cetak maupun media elektronik. Tidak dapat dipungkiri bahwa keterampilan kebahasaan seseorang mempengaruhi tingkat keberhasilan dalam proses komunikasinya. Semakin terampil seseorang berbahasa maka semakin jelas pula jalan pikirannya. Tampubolon (1987:5) menjelaskan bahwa dengan berbahasa memungkinkan tersimpan dan terpeliharanya unsur-unsur penting kebudayaan yang berupa ide-ide atau pikiran-pikiran dalam suatu masyarakat. Walaupun bahasa yang dimaksud dalam hal ini adalah juga termasuk bahasa lisan, tetapi yang terutama adalah bahasa tulisan. Dikatakan demikian karena berbeda dengan bahasa lisan yang unsur-unsurnya selalu berubah dan sering banyak yang dilupakan oleh pemakainya, bahasa tulisan dapat tahan lama, terlebih dengan adanya sistem arsip dan perpustakaan. Dalam bahasa tulis tersimpan ide-ide atau pikiran-pikiran yang merupakan bagian penting dari kebudayaan bangsa atau masyarakat.

Proses Kreatif dan Pengolahan Ide

10:09 AM Add Comment

Karya sastra tidak hanya terlahir begitu saja, karya sastra tercipta pasti karena adanya pencipta atau pengarang yang biasa disebut dengan sastrawan.  Kalau kita ingin memahami sebuah karya sastra, akan lebih baik lagi kalau kita juga memahami diri sastrawan. Kalau kita telah mengenal sastrawan, kita juga bisa memahami lebih baik karya sastranya. Karya sastra dianggap sebagai sarana untuk memahami keadaan jiwa pengarang, atau sebaliknya. Penjelasan mengenai kepribadian dan kehidupan sastrawan penting bagi studi sastra. Kepribadian dan dan kehidupan tersebut bisa kita pahami salah satunya melalui biografinya. Wellek dan Warren dalam Siswanto (2008: 2) menyatakan bahwa, biografi sastrawan dapat dipelajari dari luar karya sastra dan dari dalam karya sastra yang dihasilkan oleh sastrawan.

Pengertian Cerpen, Jenis-Jenis Cerpen, dan Ciri-Ciri Cerpen

1:35 PM Add Comment

Cerita pendek adalah suatu karangan prosa yang utuh dan bulat yang berisi runtutan sebuah peristiwa kehidupan manusia. Pengertian mendalam mengenai cerita tidak banyak diulas dalam buku-buku kesastraan. Pengertian cerita hanya sekilas dibahas dalam prosa fiksi dan disandingkan dengan novel. Tulisan ini mengulas pengertian cerita yang dihimpun dari beberapa tokoh yang memberi pengaertian mengenai cerpen untuk memperjelas batasan pengertian cerita yang disimpulkan dari pendapat para tokoh mengenai cerpen. Untuk dapat memahami dan membedakan cerita dengan prosa fiksi lain pembaca perlu memahami ciri-ciri utama cerita yang dapat membedakan dengan prosa fiksi lain khususnya novelet.

Dalam mengkaji jenis-jenis cerita yang dihimpun dari jenis-jenis cerpen dapat dibedakan menjadi dua jenis besar, yaitu berdasarkan jumlah kata dan nilai sastra yang dikandung. Berdasarkan jumlah kata cerpen dibagi lagi menjadi dua, dan berdasarkan nilai sastra yang dikandung cerpen dibagi menjadi dua.

Makalah ini membahas mengenai unsur intrinsik cerita yang disimpulkan dari pendapat para ahli didahului dengan memaparkan pendapat para ahli mengenai pengertian cerpen, ciri, dan jenis cerpen yang akan memperjelas pembaca mengenai cerita pada umumnya. Unsur intrinsik cerita yang merupakan pembahasan utama akan dikaji secara mendalam pada pembahasan berikutnya. Untuk lebih memudahkan lagi memahami unsur intrinsik cerita dan membedakan dengan karya sastra lain khususnya yang tergolong prosa fiksi dari segi pengertian, ciri, dan jenis.

Pengertian Cerpen
Menurut Suroto (1989), cerpen adalah suatu karangan prosa yang utuh dan bulat yang berisi cerita sebuah peristiwa kehidupan manusia pelaku/tokoh dengan konsentrasi pada satu peristiwa yang menjadi pokok ceritanya. Notosusanto (1957dalam Tarigan, 1986) mengatakan bahwa “cerita-pendek adalah cerita yang panjangnya disekitar 5000 kata atau kira-kira 17 halaman kuarto spasi rangkap yang terpusat dan lengkap pada dirinya sendiri.”

Rosidi (1959 dalam Tarigan, 1986) memberi batasan dan keterangan bahwa “cerpen atau cerita pendek adalah cerita yang pendek dan merupakan suatu kebulatan ide. Dalam kesingkatan dan kepadatannya itu, sebuah cerpan adalah lengkap, bulat dan singkat. Semua bagian dari sebuah cerpen mesti terikat pada suatu kesatuan jiwa: pendek, padat, dan lengkap. Tidak ada bagian-bagian yang boleh dikatakan “lebih” dan bisa dibuang.”

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa cerpen merupakan prosa fiksi yang disajikan dalam satu keadaan dari kebulatan ide penulis dengan satu tokoh pusat dan masalah yang tidak bisa dibagi-bagi yang panjangnya tidak lebih dari 5000 kata. Jadi cerita merupakan prosa fiksi yang disajikan dalam satu kebulatan ide baik dalam bentuk tulis atau ujaran yang tidak lebih dari 5000 kata.

Ciri-Ciri Cerpen

Ciri-ciri cerita yang dapat dihimpun dari ciri-ciri cerpen yang dapat membedakan bentuk ini dengan bentuk prosa fiksi lain dapat dilihat di bawah ini.
1)      Ceritanya bersifat fiktif-naratif.
Artinya, cerita pendek merupakan karangan yang bercerita mengenai tokoh rekaan pengarang.
2)      Ceritanya singkat, padu, intensif.
Artinya, cerpen tidak banyak bermain dengan kata-kata yang tidak penting sehingga membuat cerita itu menjadi panjang dan bertele-tele.
3)      Terdapat adegan, tokoh, dan gerak.
Artinya dalam cerita terdapat unsur yang menggambarkan dan menghidupkan suasana didukung dengan satu adegan utama dengan satu tokoh utama yang dilengkapi dengan gerak laku.
4)      Mengandung detail-detail dan insiden-insiden.
Artinya, detail dan insiden menguasai jalan cerita yang dipilih dengan sengaja oleh pengarang, dan bisa menimbulkan pertanyaan-pertanyaan dalam pikiran pembaca.
5)      Jumlah kata yang terbatas.
Artinya, jumlah kata dalam cerita pendek biasanya dibawah 10.000 kata atau kira-kira 33 halaman kuarto spasi rangkap.
Dari ciri-ciri cerita pendek di atas, dapat dilihat ciri-ciri cerita yang dapat membedakan dengan prosa fiksi lain.

Jenis Cerita
Jenis cerita yang dapat dihimpun dari paparan ahli mengenai jenis cerpen. Ulasan mengenai jenis cerita ini sekaligus membatasi pembahasan hanya dalam prosa fiksi yang berupa karya sastra tulis. Menurut Tarigan (1986) jenis cerpen dibagi kedalam dua kelompok besar berdasarkan jumlah kata dan berdasarkan nilai sastra yang dikandung.

Berdasarkan Jumlah Kata
Berdasarkan jumlah kata yang dikandung cerpen dibagi menjadi dua, yaitu:

a)    Cerpen yang pendek
Cerpen yang pendek adalah cerita pendek yang jumlah kat-katanya dibawah 5000 kata, atau kira-kira 16 halaman kuarto spasi rangkap yang dapat dibaca dalam waktu kira-kira seperempat jam. Contoh cerpen yang pendek adalah Peradilan Rakyat karya Putu Wijaya.


b)    Cerpen yang panjang
Cerpen panjang adalah cerita pendek yang jumlah kata-katanya di antara 5000 sampai 10.000 kata atau kira-kira 33 halaman kuarto spasi rangkap, yang dapat dibaca kira-kira setengah jam. Contoh cerpen yang panjang adalah Nyali karya Putu Wijaya.

Berdasarkan nilai sastra yang dikandung
Berdasarkan nilai sastra yang dikandung cerpen dibagi menjadi dua, yaitu:

a)    Cerpen sastra
Cerpen sastra adalah cerita pendek yang mengandung nilai-nilai kesusastraan yang menuntut penafsiran dari penikmat cerpen dan dapat dijadikan wawasan.

b)                Cerpen hiburan
Cerpen hiburan adalah cerita pendek yang bersifat menghibur pembaca atau untuk melarikan diri sejenak dari rutinitas dan masalah yang sukar diselesaikan. Dengan kata lain tidak menuntut pembaca untuk menafsirkan cerpen.

Daftar Rujukan
Darma, Budi. 2004. Pengantar Teori Sastra. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.
Suroto. 1989. Apresiasi Sastra Indonesia. Jakarta: Erlangga.
Tarigan, Henry Guntur. 1986. Prinsip-prinsip Dasar Sastra. Bandung: Angkasa.














Analisis Cerpen Pembalasan Dendam Karya Nugroho Notosusanto

12:27 AM Add Comment

Cerpen adalah hasil karya sastra dari kehidupan sehari-hari yang disusun dengan beberapa kalimat yang membentuk suatu cerita yang pendek.Cerita pendek bisa diperoleh dari kejadian kehidupan sehari-hari, pengalaman pribadi, atau bisa dari imajinasi pengarang, kadang kala, cerpen dapat diperoleh dari gabungan pengalaman dan imajinasi pengarang.

Pengertian Penokohan dan Tokoh (Jenis-Jenis Penokohan Menurut Ahli)

10:52 AM 1 Comment

Suatu pementasan drama memiliki para pemain yang memerankan peran yang berbeda satu sama lain. Peran pada setiap diri tokoh sangat mendukung jalannya suatu cerita pada pementasan drama. Namun sering kali para penonton atau penikmat pementasan drama merasa bingung dengan peran apa yang dibawakan oleh tokoh pada saat pementasan itu berlangsung. Oleh karena itu, dalam artikel ini akan membahas berbagai jenis peran yang ada dalam pementasan drama. Diantaranya terdapat peran protagonis, antagonis, deutragonis, tritagonis, foil, dan utility. Biasanya pada sebuah pementasan drama, peran yang sangat menonjol adalah peran protagonis dan antagonis, karena antara kedua karakter ini konflik akan terlihat jelas. Dengan adanya berbagai macam klasifikasi  penokohan ini bertujuan untuk mempermudah penikmat sastra dalam mengidentifikasi  peran apa yang sedang dibawakan oleh para pemeran drama. Selain peran juga terdapat jenis karakter yang dimainkan oleh para pemeran pementasan drama. Karakter-karakter tersebut adalah flat character, round character, teatrikal, dan karikatural. Keduanya sangat berhubungan erat sehingga tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Untuk memudahkan mengklasifikasi jenis-jenis karakter, disini juga akan membahas mengenai teknik penggambaran tokoh.

Pengertian Setting, Latar, dan Jenisnya Menurut Ahli

12:23 AM 2 Comments

Setting atau tempat kejadian cerita sering pula disebut latar cerita, merupakan penggambaran waktu, tempat, dan suasana terjadinya sebuah cerita (Wiyanto, 2002:28). Dalam karya sastra setting merupakan satu elemen pembentuk cerita yang sangat penting, karena elemen tersebut akan dapat menentukan situasi umum sebuah karya (Abrams, 1981:1975) dalam (Fananie. 2002:95) . Nurgiyantoro (2002:216 dalam Santosa, 2011:7) menyatakan bahwa setting adalah dasar, mengarah pada pengertian tempat, hubungan waktu dan lingkungan sosial temapat terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan. Saling melengkapi, Hayati (1990:10) berpendapat setting (landasan tumpu) cerita adalah gambaran temapat waktu atau segala situasi di tempat terjadinya peristiwa. Setting ini erat hubungannya dengan tokoh atau pelaku dalam suatu peristiwa. Oleh sebab itu setting sangat mendukung plot cerita. Di samping itu setting juga sangat mempengaruhi suasana, peristiwa, pokok persoalan dalam cerita, dan tema cerita. Walaupun setting dimaksudkan untuk mengidentifikasi situasi yang tergambar dalam cerita, keberadaan elemen setting hakikatnya tidaklah hanya sekedar menyatakan dimana, kapan dan bagaimana situasi peristiwa berlangsung, melainkan berkaitan juga dengan gambaran tradisi, krakter, perilaku sosial dan pandangan masyarakat pada waktu naskah ditulis. Dari kajian setting dapat diketahui sejauh mana kesesuaian dan korelasi antara pelaku dan watak tokoh dengan kondisi masyarakat, situasi sosial dan pandangan masyarakat, kondisi wilayah, letak geografis, struktur sosial juga akan menentukan watak-watak atau karakter tokoh tertentu.

Analisis Plot Drama (Telaah Jalan Cerita)

1:15 PM Add Comment

Suatu karya sastra apapun bentuknya pasti memiliki unsur-unsur di dalamnya yang membangun keutuhan karya sastra itu. Drama merupakan salah satu karya sastra yang memiliki unsur-unsur yang tidak jauh berbeda dengan unsur dalam cerpen, novel, maupun roman. Unsur-unsur drama terdiri atas plot, seting, penokohan, dan yang membedakannya dari unsur karya sastra yang lain adalah struktur dramatiknya. Unsur-unsur drama merupakan bagian yang membangun dalam pementasan drama dan saling berkaitan. Dari beberapa unsur-unsur drama tersebut, plot merupakan unsur yang paling menonjol. Karena plot adalah jalinan cerita atau kerangka cerita dari awal hingga akhir yang merupakan jalinan konflik antara dua tokoh atau lebih yang saling berlawanan. Plot merupakan jalannya peristiwa dalam drama yang terus bergulir hingga drama tersebut selesai. Rangkaian peristiwa yang dijalin sedemikian rupa sehingga dapat mengungkapkan gagasan pengarang.

Jenis-Jenis Drama, Bentuk-Bentuk Drama, dan Aliran-Aliran Drama

12:09 AM Add Comment

Drama merupakan karya sastra yang ditampilkan dan dipertontonkan untuk menghibur masyarakat. Budianta, dkk (2002:95), menyatakan bahwa drama merupakan sebuah genre sastra yang penampilan fisiknya memperlihatkan secara verbal adanya dialog atau percakapan di antara tokoh-tokoh yang ada. Dalam perkembangannya, drama mempunyai beberapa bentuk dalam pementasan dan penyajiannya. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor yang mendukung terjadinya perbedaan bentuk drama, diantaranya karena perkembangan jaman yang menuntut manusia untuk berbudaya, kejenuhan para penikmat sastra atau penonton drama karena bentuk-bentuk yang disajikan selalu sama, kekreatifan dan ide-ide para pelopornya. Hal tersebut perlu diketahui oleh para pelajar dan mahasiswa dalam mengetahui bentuk-bentuk dari drama yang dipakai dalam pementasan. Hal tersebut dimaksudkan untuk mempelajari drama dan untuk membedakan drama yang bisa ditampilkan untuk kalangan pelajar dan mahasiswa, baik untuk diajarkan atau untuk proses pembelajaran.

Kenyataan Mengejutkan Periode Sastra 20-an (Balai Pustaka)

11:12 AM 1 Comment
Sastra adalah seni bahasa yang dijadikan wahana untuk mengekspresikan pengalaman atau pemikiran tertentu yang di dalamnya mengandung nilai-nilai kebaikan dan ditulis dengan bahasa yang indah berdasarkan pengalaman hidup seseorang sehingga mencapai nilai estetika yang tinggi. Sastra sebagai produk masyarakat suatu bangsa erat kaitannya dengan tradisi suatu masyarakat atau bangsa tempat karya sastra diciptakan. Sastra yang ada di masyarakat, berkembang dari waktu ke waktu. Inilah yang dinamakan dengan sejarah sastra. Lebih lengkapnya, sejarah sastra adalah ilmu yang menyelidiki tentang perkembangan cipta sastra sejak awal pertumbuhannya hingga perkembangannya sampai sekarang.