Hakikat Sosiolinguistik

12:07 PM
             


            Sosiologi menggunakan objek utama masyarakat sedangkan sosiolinguistik menggunakan ragam bahasa sebagai salah satu objeknya. Dalam hal ini Ibrahim (1995:6) menjelaskan lebih detail lagi bahwa sosiologi lebih memusatkan pada kelompok besar yang terkait pada perkembangan ekonomi.
Namun, sosiologi dan sosiolinguistik sama-sama memerlukan data atau subjek lebih dari satu orang individu, menggunakan metode kuantitatif, sampling, dan statistik. Dalam mengumpulkan data keduanya menggunakan metode wawancara, rekaman dan pengumpulan dokumen. Sedangkan dalam pengolahan data keduanya menggunakan metode deskriptif.
            Linguistik umum hanya berbicara struktur bahasa, struktur bunyi, morfologi, kalimat, discourse,dan berpandangan monolitik. Linguistik umum dan sosiolinguistik sama-sama menggunakan metode deskriptif.
            Dialektologi menggunakan metode komparatif dan metode historis-diakronis. Sosiolinguistik juga menggunakan metode komparatif, namun tidak dengan historis-diakronis melainkan deskriptif-sinkronis. Selain itu yang dibandingkan juga bukan hanya kata-kata tetapi lebih luas dari itu. Menurut Zulaeha (2010:15) bahwa terdapat hubungan timbal balik atau interaksi antara kajian sosiolinguistik dan dialektologi. Hal ini untuk mengetahui dialek mana yang paling kuat diperlukanlah sosiolinguistik.
            Retorika cenderung ke arah kajian tutur individu. Sedangkan variasi bahasa menjadi objek studi retorika dan sosiolinguistik. Sedangkan psikologi sosial lebih mengarah pada motivasi-motivasi individual daripada struktur sosial.
Pujileksono (2006:7) menyatakan bahwa antropologi merupakan sebuah ilmu yang mempelajari manusia secara menyeluruh, berbeda dengan ilmu sosial lainnya. Ilmu ini lebih memperhatikan keadaan manusia yang mendiami bumi ini baik di tempat manapun dan hidup pada jaman apapun. Antropologi dan sosiolinguistik sama-sama menggunakan teknikpengamatan berpartisipasi.
Sosiolinguistik jika dilihat dari cakupannya dibedakan menjadi dua, yaitu sosiolinguistik makro dan sosiolinguistik mikro. Sosiolinguistik makro lebih menekankan pada intergroup interaction dan lebih mendekat pada orientasi sosial. Sedangkan Sosiolinguistik mikro lebih menekankan pada intragroup interaction dan mendekati orientasi linguistik.

Daftar Rujukan
Chaer, Abdul Dan Agustina, Leoni. 2010. Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.
Ibrahim, Abdul Syukur. 1995. Sosiolinguistik: Sajian Model Fungsional Bahasa. Tanpa Penerbit.
Pujileksono, Sugeng. 2006. Petualangan Antropologi: Sebuah Pengantar Ilmu Antropologi. Malang: UMM Press.

Zulaeha, Ida. 2010. Dialegtologi: Dialeg Geografi dan Dialeg Sosial. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Previous
Next Post »
0 Komentar