Analisis Cerpen Panji Reni

6:33 PM


http://artikel-pendidikan-sosial-ilmiah.blogspot.co.id/

Alur dan Penokohan Cerpen Panji Reni

Cerpen. Pengertian cerpen adalah sebuah rangkaian cerita yang dinarasikan oleh penulis dengan panjang atau rentang waktu yang terbatas. Untuk contoh dari kumpulan cerpen, pembaca dapat membaca kumpulan cerpen Di Pelupuk Mata, Penyesalan Hari Ini, Jangan Jadi Seperti Aku. Sebelumnya, Artikel Kami telah menganalisis suatu cerpen dengan menitikberatkan pada unsur intrinsik dalam cerpen tersebut. Kali ini, akan dibahas analisis cerpen berjudul Panji Reni.

Cerpen Panji Reni mengisahkan sebuah pengakuan atau bisa dikatakan sebagai sebuah cerita dalam cerita. Ialah Prasanta seorang mantan pesuruh Panji Inukertapati yang menceritakan kisah kematian yang di alami oleh Angreni, istri Panji Inukertapat tiga tahun yang lalu. Dalam prasanta bercerita bahwa pada saat itu usia pernikahan Panji Inukertapati dan Anggrani baru genap satu minggu. Namun ketika Panji Inukertapati pulang dari gunung Penanggungan demi mencari obat untuk ayahnya Lembu Amiluhur yang dikabarkan sakit keras dan dapat disembuhkan dengan obat yang bernama Tlutuhing Kayu Kastuba Roning Sandilata. Setelah berhasil mencarinya, Panji pulang ke rumah dan ia melihat mayat istrinya tergeletak di lantai ruang tamu. Panji Inukertapati segera menggendong mayat istrinya pergi meninggalkan Jenggala. 


Tersangka utama kasus pembunuhan tersebut adalah Panji Kartala, adik kandung dari Panji Kertapati. Karena ia yang menemui Panji Inukertapati dan mengabarkan hal bohong tersebut serta dimintai bentuan untuk menjaga Angreni selama Panji pergi. Setelah kejadian naas itu Kartala juga menunggalkan Jenggala dan memilih tinggal di dalam gubuk kayu yang sangat kecil bahkan dapat dikatakan hampir mirip dengan sebuah kandang. Tiga tahun ia menyendiri. Hingga suatu hari Prasanta datang menemuinya dan menanyakan bagaimana kronologis kejadian pembunuhan tersebut. 

Kartala bercerita awal mulanya ia diperintahkan ayahnya untuk membunuh Angreni karena akibat pernikahan Anggreni dengan Panji Inukertapati membuat gagalnya persatuan antara kerajaan Jenggala dan Kediri karena Panji menolak dijodohkan dengan putri dari kerajaan Kediri, Sekartaji. Menurut cerita Kartala, Angreni dari awal sudah mengetahui rencananya. Setelah kepergian Panji, ia menyerahkan dirinya untuk dibunuh demi kebaikan semua orang. Di akhir cerita, Kartala menulis surat pada Prasanta dan menceritakan kejadian kematian Angreni yang ceritanya sempat ia hentikan. Setelah itu Prasanta cepat-cepat menyelesaikan cerita tersebut dan akan diberikan pada Entit, seorang petani kaya yang ternyata adalah Panji Inukertapat.

Panji Reni merupakan sebuah cerpen dengan cerita berbingkai yaitu sebuah cerita didalam cerita, Tokoh Prasanta menceritakan kejadian terbunuhnya Angreni dan meminta penjelasan kronologis kejadian itu pada Panji Kartala yang kemudian ia bercerita bagaimana kejadian tiga tahun silam. Sudut pandang dalam cerita tersebut adalah orang pertama pelaku nsampingan. Prasanta sebagai tokoh aku menceritakan tentang Panji Kartal, tokoh utama dalam cerpen tersebut. Alur yang digunakan adalah alur campuran. Pada awal cerita digambarkan kemesraan Panji Inukertapatin dan Angreni namun itu adalah cerita tiga tahun lalu. 

Kemudian penulis melanjutkan ceritanya dengan alur maju. Bahasa yang digunakan juga komunikatif dan mudah dipahami. Sangat dekat dengan pembaca. Penokohan diceritakan melalui pendapat tokoh aku, tidak melalui penggambaran langsung penulis. Kajadian femi kejadian diceritakan secara apik dan membuat pembaca semakin penasaran serta ingin tahu bagaimana kelanjutan cerita tersebut. Namun kelemahannya, tidak ada kejelasan kejadian kematian tokoh Angreni apakah ia dibunuh atau bunuh diri. Karena pengakuan Kartala dari ucapan maupun surat yang ditulisnya untuk Prasanta hanyalah pengakuan dari pihaknya saja yang belum tentu dapat dipastikan kebenarannya.

Previous
Next Post »

2 comments

  1. salah satu cerpen panji reni yang slalu manrik perhatian saya adalah latar hutan, pedesaan, dan kerajaan2 zaman dulu, nuansa klasikx sungguh sangat menyentuh.. Terima kasih telah menghadirkan artikel ini...

    ReplyDelete