Cara Mengembangkan Keterampilan Siswa Secara Optimal

2:45 PM

Metode untuk Mengembangkan Keterampilan Siswa
artikel-pendidikan-sosial-ilmiah.blogspot.com


Kesempatan untuk mengembangkan keterampilan siswa dapat dilakukan dengan mengedepankan kesadaran diri, bersikap kooperatif, pengambilan keputusan serta bertanggung jawab terhadap segala aktivitas yang dilakukan dalam lingkup ruang sekolah maupun masyarakat secara umum. Aspek-aspek tersebut hendaknya oleh guru lebih diperhatikan dan dimasukkan ke dalam rancangan perencanaan pembelajaran. Penyajian pengajaran turut mempengaruhi persepsi siswa-banyak tidaknya ekspektasi yang dibebankan kepada siswa. Kesadaran diri yang rendah untuk menggali potensi diri sendiri pada siswa dipengaruhi oleh bagaimana orang lain melihat mereka sebagai individu. Tidak dianjurkan bagi guru untuk memberikan reward and punishment secara berlebihan. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan agar siswa secara mandiri dapat mengembangkan keterampilannya.


Pengaturan Konteks dalam Pembelajaran


Biasakan kepada setiap siswa setiap kali guru mengajar di depan kelas untuk menyampaikan hal-hal yang realitas. Dalam artian, guru tidak dianjurkan untuk menyampaikan sesuatu yang magis (bukan abstrak) dalam rangka untuk mengembangkan keterampilan siswa. Sebagai gantinya, guru dapat mengajak siswanya untuk bermain peran (role play). Hal tersebut dilakukan agar siswa tertarik, bersemangat dan termotivasi dalam belajar. Ketika alur cerita dieksplorasi dengan sedemikian rupa dan menyesuaikan dengan tujuan pembelajaran. Dengan konteks yang realistis, pengalaman peristiwa secara fisik dapat membantu lebih baik mengembangkan keterampilan, kecerdasan, dan pengetahuan siswa daripada melalui medium audio maupun visual audio. Bermain peran atau role play mampu memberi ilmu yang relevan dengan kebanyakan siswa. Selain itu, guru juga harus mampu untuk mengembangkan sumber belajar mandiri. Dengan begitu, siswa dapat memaksimalkan sumber daya yang ada pada dirinya sendiri.

Pendekatan Pengajaran yang Ideal


Pendekatan pengajaran yang ideal adalah pendekatan pengajaran yang menggunakan rangsangan dari multi-indera. Pengalaman serba ada (istilah saya sendiri) seperti ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk menggunakan sistem representasi yang mereka sukai. Contoh sederhananya, bagi siswa yang kesulitan dalam menghafal dan mengingat akan terbantu dengan pendekatan pengajaran dengan menggunakan rangsangan indera pendengaran, penglihatan maupun sentuhan. Tidak hanya itu, bagi siswa yang kesulitan berkonsentrasi dapat terbantu dengan pendekatan pengajaran yang menggunakan visualisasi yang baik. Berhasil atau tidaknya pendekatan yang dilakukan oleh guru bergantung dari siswa sebagai subjek belajar. Pentingnya pendidikan karakter dalam pembelajaran merupakan sesuatu yang tidak bisa ditawar lagi. Pada akhirnya, bagaimanapun juga guru harus mampu menciptakan kondisi untuk membangun fondasi konseptual melalui rangsangan indera yang beragam.
Previous
Next Post »
0 Komentar