Metode Pendidikan Retorika

7:45 PM

Ragam Metode Pendidikan Retorika

http://artikel-pendidikan-sosial-ilmiah.blogspot.co.id/
Berbicara tentang metode pendidikan retorika tentu tidak terlepas dari pengertian metode pendidikan itu sendiri. Metode pendidikan merupakan suatu mekanisme, prosedur, atau cara yang digunakan dalam menyampaikan suatu materi untuk mencapai tujuan tertentu. Bagi para praktisi dunia pendidikan, penggunaan suatu metode tergantung dari perilaku maupun kebutuhan dari orang-orang yang diajari. Oleh sebab itu,  pendidik atau tutor (dalam instansi pendidikan non-sekolah) tidak boleh serampangan menggunakan suatu metode dalam mengajar karena akibat buruknya jelas akan merugikan  pendidik atau tutor itu sendiri. Sama halnya dalam perkembangan  retorika, tutor atau mentor orator harus dengan seksama memperhatikan perilaku individu dalam suatu kelompok yang diajarnya guna memperdalam pemahaman tentang kebutuhan kelompok tersebut. Bisa saja, tutor memberikan perlakuan berbeda terhadap individu-individu dalam kelompok belajar. Mengingat begitu beragamnya metode pendidikan dalam retorika, berikut ini adalah penjabaran mengenai metode pendidikan retorika sejak zaman romawi yang paling umum digunakan.

Imitasi

Imitasi merupakan metode paling dasar dan paling mudah untuk diterapkan. Metode Imitasi merupakan suatu prosedur pelatihan membawakan pidato dengan cara mengidentifikasi sekaligus menerapkan cara-cara yang biasa digunakan dalam retorika klasik atau tradisional. Sebuah metode yang dianggap penting dalam retorika karena menjadi salah satu fokus dalam pelajaran retorika. Berangkat dari suatu ide dasar yang sederhana bahwa cara terbaik untuk jadi yang terbaik adalah dengan meniru dari yang terbaik. Hal-hal yang seharusnya diimitasikan oleh orang yang belajar retorika meliputi  gaya bicara, ritme dalam berpidato hingga kepercayaan diri dalam beretorika juga mesti diperhatikan. Metode pendidikan imitasi ini juga bisa ditempuh dengan cara berlatih secara terus menerus tentang narasi, deskripsi, dan eksplanasi, pengetahuan tentang moralitas hingga norma yang berlaku di daerah di mana Ia akan berpidato.

Did You Know?

Retorika digolongkan sebagai salah satu kesenian liberal mulai pada Abad Pertengahan.


Deklamasi

Istilah ini mungkin sudah sangat akrab di telinga karena sejak pendidikan dasar pun sudah diperkenalkan dengan metode pendidikan retorika yang satu ini. Salah satu cara untuk menemukan suatu problematika dalam pembelajaran adalah dengan deklamasi karena lebih efektif dan efisien dibanding dengan metode imitasi yang menitikberatkan terhadap masalah identifikasi dan peniruan seorang orator. Deklamasi merupakan suatu metode pendidikan retorika yang fleksibel, yaitu dapat keluar dari konteks waktu pada saat itu. Deklamasi pada umumnya berfokus pada suatu peristiwa historis atau sesuatu yang terjadi pada masa lalu yang dianggap monumental sekaligus peristiwa bersejarah yang paling diingat oleh khalayak yang kemudian dibawakan lagi dalam bentuk pidato retorika sehingga pendengar seolah-olah ikut merasakan keterlibatan dalam peristiwa yang dibawakan oleh orator. Dengan demikian, seorang orator yang berhasil membawa pendengarnya terlarut dalam pokok peristiwa yang dibicarakan barulah ia dapat dianggap orator yang hebat.

Dasar Latihan

Istilah asing bahwa Practice Makes Perfect bukan merupakan isapan jempol belaka. Setiap individu yang terlibat dalam bidang retorika diharuskan untuk mengetahui masalah  pokok dalam retorika dan terus berlatih guna mengasah kemampuan serta ketajaman saat berpidato. Oleh karena itu, para orator pemula hendaknya diajarkan untuk menyusun bahan piidatonya secara sistematis sehingga dapat diterima oleh logika pendengarnya. Setiap orator diharuskan memuat unsur 5W+1H dalam setiap pidatonya, yaitu apa, kapan, di mana, siapa, mengapa dan bagaimana pokok permasalahan yang dibawakan. Dengan mengikuti prinsip-prinsip tersebut serta latihan rutin secara terus menerus akan membiasakan para orator untuk berpikir lebih sistematis sekaligus dapat menjabarkan pokok permasalahan dalam pidato secara jelas dan tuntas.
Previous
Next Post »

3 comments

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  2. wah, tenyata selama ini banyak sekali penerapan metode retorika, sampai saya baru ngerti apa itu metode retorika. terimakasih infonya....

    ReplyDelete