Analisis Puisi Perahu Kertas Sapardi Djoko Damono

11:18 AM
http://artikel-pendidikan-sosial-ilmiah.blogspot.com/
Resensi Perahu Kertas-Dalam menganalisis puisi ini, penulis tidak mengutamakan bentuk dan rima seperti yang dijelaskan oleh Waluyo. Namun, untuk mengetahui dan mengupas puisi ini, penulis menggunakan beberapa pisau bedah yang salah satunya adalah teori apresiasi yang diungkapkan oleh Waluyo dalam bukunya Apresiasi Puisi. Karena, pada dasarnya untuk mengetahui isi dari puisi hendaknya apresiator terlebih dahulu membaca dan mengatahui hubungan antar unsur pembangun puisi Perahu Kertas tersebut.


Dalam puisinya Perahu Kertas, Sapardi mengungkapkan bahwa jiwa anak-anak adalah jiwa yang penuh dengan hayalan. Sama seperti yang diungkapkan o, bahwa manusia memiliki tiga aspek pembentuk tingkah laku dan kepribadiannya, yaitu aspek kognitif, afektif, dan motorik. Berdasarkan tiga aspek tersebut, dapat diketahui bahwa puisi Sapardi ini menonjolkan aspek kognitif dalam diri seorang anak kecil. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa aspek afektif dan motorik juga berperan di dalam anak tersebut.

Baca Juga :
Analisis Puisi Di Atas Batu Sapardi Djoko Damono
Kumpulan Puisi Bunga Kertas
Kumpulan Puisi Gelas Kaca

Dalam larik, Waktu masih kanak-kanak kau membuat perahu kertas dan kau layarkan di tepi kali. Sebuah imaji yang menyatakan bahwa kejadian tersebut sepertinya pernah dialami oleh pengarang pada waktu kecil. Namun, pada kenyataannya, anak-anak akan melakukan hal yang sama di waktu ia kecil. Kertas yang dilipat dan dibentuk menjadi berbagai macam. Hingga di dalam pelajaran anak-anak di tingkat Taman Kanak-Kanak, ada pelajaran yang membantu untuk menumbuhkan kreatifitas anak dengan membimbing anak untuk membentuk kertas menjadi berbagai macam kreasi. Dengan memanfaatkan kertas lipat, guru membimbing dan mengarahkan supaya anak menciptakan sebuah karya. Dari hal itu, akan tercipta berbagai macam bentuk, mulai dari binatang, seperti: burung, ayam, kelinci, dampai ke benda benda misalnya: pesawat, kapal, dan layang-layang.

Semua benda yang tercipta adalah benda-benda yang akrab dan dekat dengan anak. Hal ini akan secara sadar dilakukan oleh anak, setelah anak dapat membuat prakarya tersebut, ia akan merasa senang dan puas dan mendorong diri si anak untuk membaut prakarya lagi baik dengan bentuk yang sama atau yang berbeda. Apalagi si anak mendapatkan reward atau penilaian atau hadiah setelah ia membuat sebuah prakarya. Maka, ia akan dengan semangat dan senang membuat prakarya yang lain. Seperti pada larik ini.

 Imajinasi yang benar-benar nyata. Siapapun manusia, tidak hanya anak-anak. Akan merasa senang jika ia berhasil mencapai apa yang diinginkannya. Pengarang menggambarkan bahwa hal ini menunjukkan bahwa kebahagiaan itu penuh dengan warna.

Ia mengibaratkan bahwa perahu itu adalah sebuah cita-cita dan angan-angan besar yang diimpikan dan diinginkan oleh seorang anak. Menghubungkan dengan kisah Nabi Nuh yang terdampar di sebuah bukit dan perahunya tenggelam karena banjir bandang yang besar. Sapardi dengan imajinya menghubungkan sebuah sejarah dengan angan-angan seorang anak.

Hal ini menunjukkan bahwa, dongeng-dongeng yang sempat disampaikan kepada anak, dapat menjadikan si anak berimajinasi seperti yang ada di dalam dongeng. Kisah sejarah juga dapat memotivasi anak untuk memiliki keinginan yang sama dengan yang ada di dalam sejarah atau cerita. Oleh sebab itu, perlu diperhatikan bagi para calon guru atau calon orang tua, berikanlah konsumsi bacaan atau cerita-cerita yang mendidik bagi anak, karena sesungguhnya ingatan manusia di usia anak-anak itu sangat kuat. Dan ia akan menganggap apa yang diceritakan oleh orang yang lebih tua darinya adalah sesuatu yang benar dan indah. 
Previous
Next Post »

3 comments

  1. wah sangat bermanfaat, bisa membuat anak bermajinasi! keren

    ReplyDelete
  2. Keren banget hasil analisa datanya gan. Sampai sedetail itu dalam hal menafsirkan makna dari sang penulis. Namun apakah data yang dikumpulkan ini sudah dikonsultasikan dengan ahli. Maksudnya dalam memaknai atau critical thinking yang dipakai sudah sesuai dengan apa yang penulis mau?

    ReplyDelete
  3. Tentang anak-anak ya? Aku belum pernah menganalisis puisi secara mendalam.

    ReplyDelete