Etnografi Komunikasi Masyarakat Indonesia

11:29 AM

http://artikel-pendidikan-sosial-ilmiah.blogspot.co.id/
Definisi dan Pengertian Etnografi-merupakan disiplin ilmu yang mengkaji kehidupan dan kebudayaan yang terkait masalah adat istiadat, kebiasaan, hukum, seni, religi, dan bahasa. Hal ini senada dengan pendapat Maran (2000:38) bahwa setiap kebudayaan mempunyai beberapa unsur dasar yang di antaranya adalah kepercayaan, nilai, norma, tekniologi, bahasa, dan kesenian. Etnografi memerikan etnik dan fokus kajiannya pada bahasa masyarakat.


Kajian dan Komponen Dasar Etnografi


Cakupan kajian etnografi di antaranya, yaitu berlandaskan etnografis dan rentangannya bersifat komunikatif. Hal yang diteliti pada kajian etnografi terkait gramatika (linguis), kepribadian (psikologi), struktur sosial (sosiologi), dan religi (etnologi). Pada kajian ini diutamakan pada tuturan, fungi, konteks, dan ketepatan.

Konsep dasar etnografi terbagi atas (1) tata cara bertutur yang mengacu hubungan pada peristiwa tutur, tindak tutur, konteks, intitusi, kepercayaan, nilai, sikap, dan gaya. (2) Guyup tutur yang memfokuskan pada guyup berdasarkan bahasa, dapat tumpang tindih, dan terpaut pada ragam. (3) Satuan interaksinya berupa situasi, peristiwa, dan tindak tutur. Menurut Austin, tindak tutur dapat berupa ujaran performatif yang dapat membentuk tindakan. Lebih lanjut dijelaskan bahwa tindak tutur terbagi atas ilokusioner, yaitu efek ujaran terhadap pendengarannya, perlokusioner (ditimbulkan pengguna), serta lokusi (makna dasar dan referensi).

Komponen tuturan etnografi dapat berbentuk pesan, isi pesan, latar, suasana, penutur, pengirim, pendengar, penerima, maksud-hasil, maksud-tujuan, kunci, saluran, bentuk tutur, norma interaksi, norma interpretasi, dan genre. Di balik sebuah tuturan juga terdapat nilai. Nilai di balik tuturan itu adalah nilai sosial dan nilai budaya.

Pendapat Ahli Mengenai Etnografi Komunikasi


Pakar linguis di Indonesia yang melakukan penelitian di antaranya ialah Dede Oetomo dan Soesono K. Dede Oetomo meneliti tentang bahasadan identitas etnik. Ia melihat korelasi antara bahasa dengan identitas. Dalam penelitiannya ia menemukan bahwa etnik, sub etnik, dan kelas berinterrelasi dengan perilaku dan sikap bahasa. Dalam penelitiannya ia juga menemukan adanya asimilasi masyarakat minoritas pada masyarakat mayoritas yang berdampak pada pergeseran dan pemertahanan bahasa hingga kepunahan bahasa. Pusat perhatian penelitiannya ialah pada perabot tutur. Ia menyimpulkan bahwa bahasa dapat mencerminkan identitas. Sedangkan Soesono K., meneliti tentang etnografi kode komunikatif. Ia berasumsi bahwa variasi tutur cermin faktor sosial budaya. Hal ini senada dengan pendapat Rakhmat (2007:7) yang menyatakan bahwa tuturan atau komunikasi erat kaitannya dengan interaksi sosial dan budaya. Dalam penelitiannya ia menemukan bahwa etnisitas menentukan kata pinjaman serta terdapat situasi signifikan, yaitu situasi sosial dan  nada bicara.

Daftar Rujukan

Maran, Rafael Raga. 2000. Manusia dan Kebudayaan: dalam Perspektif Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Rineka Cipta.


Rakhmat, Jalaluddin. 2007. Psikologi Komunikasi. Bandung: Rosda Karya.

Previous
Next Post »
0 Komentar