Faktor-Faktor Penyebab Kepunahan Bahasa

11:43 AM
http://artikel-pendidikan-sosial-ilmiah.blogspot.co.id/
Penyebab Punahnya Bahasa Daerah-Kepunahan bahasa dipengaruhi oleh pergeseran bahasa. Hal ini dapat terjadi ketika salah satu bahasa mendominasi dan akibatnya bahasa yang kalah dalam persaingan itu tergeser. Hal tersebut dapat dikaitkan dengan hubungan bahasa dan etnik. Apabila dalam suatu komunitas terdapat salah satu etnik yang mendominasi maka hal tersebut dapat memicu pergeseran bahasa yang muaranya akan berdampak pada kepunahan bahasa kaum minoritas.


Aspek Minat Kepunahan Bahasa

Terdapat dua aspek minat pakar linguistik terhadap kepunahan bahasa, yaitu aspek linguistik (terkait lingkup perubahan sistem lafal, gramatika, dan pijinasi atau penyederhanaan) dan aspek sosiolinguistik (terkait pencarian kondisi penyebab suatu guyub menyerah terhadap kelangsungan bahasa lain). Hal ini senada dengan pendapat Chaer (2007:30) bahwa aspek linguistik terkait pada pelafalan (fonologi) dan gramatik (morfologi), sedangkan faktor di luar bahasa terkait pada masyarakat bahasa, variasi dan status sosial bahasa, serta penggunaannya. Beberapa peneliti memandang bahasa dengan sudut pandang yang berbeda. Thomas Jhon (1981) menganggap bahasa bersifat organis. Frans Bopp (1791-1867) memandang bahasa sebagai benda alam, bersifat organis, dibentuk berdasarkan hukum pasti, dan berprinsip internal. Sedangkan Aitchison (1981) berpendapat bahwa bahasa bertahan hidup sesuai dengan waktu, dapat punah, dan tidak mematuhi perintah organisasi.

Penyebab Kepunahan Bahasa

Penyebab kepunahan bahasa menurut Kloss (1984) terdiri atas tiga tipe, yaitu tanpa pergeseran bahasa, akibat pergeseran, dan melalui metamorfosis. Sedangkan menurut Edwards, kepunahan bahasa dapat terjadi akibat penutur bahasa tersebut didominasi orang tua, bahasa tersebut terkukung di wilayah pedesaan, adanya pendominasian bahasa, adanya gejala sosial, pengaruh media masa, minimnya upaya pemertahanan, adanya kegiatan budaya baru yang berlanjut, dan kecenderungan sifat wanita yang lebih mementingkan prestise yang berpengaruh pada hubungan bahasa dan jenis kelamin. Dengan demikian muncullah istilah bahasa mayoritas sebagai bahasa yang mendominasi dan bahasa minoritas sebagai bahasa yang tergeser. Untuk itu, kelompok minoritas dapat kehilangan keunikannya dan menyerupai kelompok mayoritas sebagai tanda bahwa bahasa tersebut sudah tergeser (Mulyana dan Rakhmat, 2006:160).

Contoh Kasus Kepunahan Bahasa

Berikut adalah kasus kepunahan bahasa yang terjadi di Irlandia. Dilihat dari sejarahnya, abad ke-6 sampai 9 Irlandia berada pada zaman keemasan. Saat itu bahasa asli Irlandia cocok digunakan pada lingkungan pendidikan dan kesusastraan. Abad ke-16 bahasa Irlandia masih menjadi bahasa mayoritas. Namun sistem sekolah saat itu menjadi mesin pembunuh akibat diwajibkannya penggunaan bahasa Inggris di sekolah. Sehingga bahasa Irlandia tergeser menjadi B2 bagi sebagian mrid. Hal ini berdampak jumlah ekabahasawan menjadi sedikit pada abad ke-19. Pada tahun 1958 didirikanlah komisi restorasi bahasa dan pada tahun 1975 pemerintah Irlandia membentuk dewan promosi bahasa sebagai upaya untuk mempromosikan kembali bahasa aslinya. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa sebab keruntuhan bahasa di Irlandia di antaranya adalah akibat dari sistem sekolah, sistem gereja Katolik, artfisial, dan susutnya wilayah pusat akibat emigrasi.

Daftar Rujukan 

Chaer, Abdul. 2007. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.


Mulyana, Deddy & Rakhmat, Jalaluddin. 2006. Komunikasi Antarbudaya. Bandung: ROSDA Karya.

Previous
Next Post »
0 Komentar