Pengertian Paragraf Eksposisi Menurut Ahli

2:14 AM
Paragraf merupakan bagian dari suatu karangan (tulisan) atau bagian dari tuturan (lisan). Sebuah paragraf itu ditandai oleh suatu kesatuan gagasan yang lebih tinggi atau lebih luas daripada kalimat. Oleh karena itu, paragraf umumnya terdiri dari sejumlah kalimat. Kalimat-kalimat kemudian saling berkaitan untuk mengungkapkan sebuah gagasan tertentu.

Perlu diketahui bahwa menulis eksposisi itu sangat besar manfaatnya, karena sebagian besar masyarakat menyadari akan pentingnya sebuah informasi. Paragraf eksposisi merupakan sebuah paragraf yang memaparkan suatu fakta atau merupakan sebuah penjelasan. Misalnya ada paragraf yang menjawab pertanyaan apakah itu? Dari mana asalnya? Paragraf itulah yang merupakan sebuah paragraf eksposisi. Eksposisi adalah karangan yang menyajikan sejumlah pengetahuan atau informasi.Tujuannya yaitu agar pembaca mendapatkan pengetahuan atau informasi yang sejelas – jelasnya mengenai sebuah fakta.



Ruang Lingkup
Pada bab ini akan dijelaskan mengenai pengertian, ciri-ciri, macam atau pola pengembangan paragraf eksposisi, dan langkah-langkah membuat paragraf eksposisi, serta bagian–bagiandari paragrafeksposisi. Selain itu, pada bab ini juga akan disertakan beberapa contoh dari paragraf eksposisi.

Tujuan
1) Apa pengertian paragraf eksposisi?
2) Bagaimana ciri paragraf eksposisi?
3) Bagaimana macam atau pola pengembangan paragraf eksposisi?
4) Bagaimana cara penulisan atau langkah-langkah membuat paragraf eksposisi?
5) Bagaimana contoh penulisan paragraf eksposisi yang baik?

Paragraf Eksposisi
Pengertian Paragraf Eksposisi

Paragraf Eksposisi merupakan karangan yang bertujuan untuk menginformasikan tentang sesuatu sehingga memperluas pengetahuan pembaca. Karangan eksposisi bersifat ilmiah atau nonfiksi. Sumber karangan ini dapat diperoleh dari hasil pengamatan, penelitian atau pengalaman.


Paragraf Eksposisi tidak selalu terbagi atas bagian-bagian yang disebut pembukaan, pengembangan, dan penutup. Hal ini sangat tergantung dari sifat karangan dan tujuan yang hendak dicapai.

Paragraf Eksposisi juga merupakan paragraf yang memaparkan sejumlah pengetahuan atau informasi .Tujuan paragraf eksposisiadalah untuk memberikan keterangan, penjelasan, atau informasi sejelas-jelasnya untuk menambah pengetahuan dan wawasan pembaca. Paragraf Eksposisi juga sering disebut sebagai sebuah paparan. Paragraf ekspositoris disebut juga paragraf paparan. Paragraf ini menampilkan suatu objek. Peninjauannya tertuju pada satu unsur saja. Penyampaiannya dapat menggunakan perkembangan analisis kronologis atau keruangan (Tasai dan Arifin, 2000:129).
Paragraf eksposisi merupakan paragraf yang memaparkan suatu fakta atau kejadian tertentu yang berisi paparan pikiran atau pendapat dengan harapan dapat memperluas wawasan atau pengetahuan dan pandangan orang lain (Maimunah, 2011:35). Eksposisi merupakan karangan yang bertujuan untuk menginformasikan tentang sesuatu sehingga memperluas pengetahuan pembaca (Ariesandy, 2011).
Ciri-ciri Paragraf Eksposisi, antara lain adalah
(1) berusaha menjelaskan tentang sesuatu;
(2) gaya tulisan bersifat informatif;
(3) fakta dipakai sebagai alat kontribusi;
(4) fakta dipakai sebagai alt konkritasi;
(5) bersifat nonfiksi/ilmiah;
(6)bertujuan menjelaskan/memaparkan;
(7) tidak bermaksud mempengaruhi;

Macam atau Pola Pengembangan Paragraf Eksposisi :
(1) pola umum-khusus (deduksi)
Pola umum-khusus adalah paragraf yang dimulai dari hal –hal yang bersifat umum kemudian menjelaskan dengan kalimat–kalimat pendukung yang khusus;
(2) pola khusus-umum (induksi)
Pola khusus-umum adalah paragraf yang dimulai dari hal-hal yang bersifat khusus kemudian menjelaskan dengan kalimat-kalimat yang bersifat umum;
(3) pola perbandingan
Pola perbandingan adalah paragraf yang membandingkan dengan hal yang lain, berdasarkan unsur kesamaan dan perbedaan, kerugian dengan keuntungan, kelebihan dengan kekurangan. Kata hubung (jika dibandingkan dengan, seperti halnya,demikian juga, sama dengan,selaras dengan,sesuai dengan);
(4) pola pertentangan/kontras
Pola pertentangan atau kontras adalah paragraf yang mempertentangkan dengan gagasan lain. Kata hubung (biarpun, walaupun,berbeda,berbeda dengan, akan tetapi, sebaliknya, melainkan, namun, meskipun begitu);
(5) pola analogi
Pola analogi adalah paragraf yang menunjukkan kesamaan-kesamaan antara dua hal yang berlainan kelasnya tetapi tetap memperhatikan kesamaan segi /fungsi dari kedua hal tadi sebagai ilustrasi;
(6) pola pengembangan proses
Pola pengembangan adalah pola pengembangan paragraf yang ide pokok paragrafnya disusun berdasarkan urutan proses terjadinya sesuatu;
(7) pola pengembangan klasifikasi
Pola pengembangan klasifikasi adalah pola pengembangan paragraf dengan cara mengelompokkan barang-barang yang dianggap mempunyai kesamaan-kesamaan tertentu;
(8) pola pengembangan contoh/ilustrasi
Pola pengembangan contoh adalah paragraf yang berfungsi untuk memperjelas suatu uraian, khususnya uraian yang bersifat abstrak. Kata penghubung (contohnya, umpamanya,misalnya);
(9) pola pengembangan definisi
Pola pengembangan definisi adalah paragraf yang berupa pengertian atau istilah yang terkandung dalam kalimat topik memerlukan penjelasan panjang lebar agar tepat maknanya dilengkapi oleh pembaca;
(10) pola sebab-akibat
Pola sebab-akibat adalah pola pengembangan dimana sebab bisa bertindak sebagai gagasan utama, sedangkan akibat sebagai perincian pengembangannya atau sebaliknya, akibat sebagai gagasan utama, sedangkan untuk memahami sepenuhnya akibat itu perlu dikemukakan sejumlah sebab sebagai perinciannya.

 Langkah-langkah Membuat Paragraf Eksposisi:
(1) kita harus menentukan tema;
(2) menentukan tujuan;
(3) mengumpulkan data;
(4) menulis dan menyusun kerangka;
(5) mengembangkan kerangka.
Daftar Rujukan

Ahmadi, Mukhsin. 1991. Penyusunan dan Pengembangan Paragraf serta Penciptaan Gaya Bahasa. Malang: Yayasan Asih Asah Asuh.
Ariesandy. 2011. BI-Teks-Eksposisi (online), (http://BI-Teks.wordpress/2011), diakses 19 September 2012.
Keraf, Gorys. 2007. Argumentasi dan Narasi Komposisi Lanjutan III. Jakarta: PT Gramedia     Pustaka Utama.
Maimunah, Siti Annijat. 2011. Bahasa Indonesai untuk Perguruan Tinggi. Malang: UIN-Maliki Press.
Tasai, Amaran S dan Arifin, Zaenal E. 2000. Cermat Berbahasa Indonesia Untuk perguruan Tinggi. Jakarta: Akademika Pressindo.




Previous
Next Post »

1 comment

  1. dulu ane cuma taunya pola deduksi sama induksi, tp ternyata banyak juga polanya

    ReplyDelete