Perbedaan Drama Dan Teater

11:57 PM
Dalam banyak hal, kata ‘teater’ dan ‘drama’ sering digunakan dalam makna yang sama, banyak juga yang rancu dengan dua kata ini karena banyak rujukan yang berbeda-beda, tapi bagaimanapun juga teater dan drama memiliki hal yang berbeda. Dewojati (2010:14) dalam bukunya menuliskan bahwa teater merupakan sebuah pertunjukkan yang langsung bisa dinikmati seluruh elemen-elemennya. Menurut Aristoteles (dalam Dewojati, 2010:14), drama merupakan esensi teater, drama juga mempunyai struktur peristiwa yang bergerak dari bagian awal, dan akhir. Drama inilah yang menjadikan teater bergerak sebagai sebuah pertunjukan.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa istilah “teater” berkaitan langsung dengan pertunjukan, sedangkan “drama” berkaitan dengan lakon atau naskah cerita yang akan dipentaskan. Jadi, teater adalah visualisasi dari drama atau drama yang dipentaskan di atas  panggung dan disaksikan oleh penonton. Jika “drama” adalah lakon dan “teater” adalah pertunjukan maka “drama” merupakan bagian atau salah satu unsur dari “teater” (Santosa, dkk., 2008:1). Jika digambarkan maka peta kedudukan teater dan drama adalah sebagai berikut.

Oleh sebab itu, teater disebut juga sebagai pertunjukan yang memiliki drama di dalamnya. Menurut Yudiaryani (2007:81-82 dalam Dewojati, 2010:14), suatu pertunjukan akan disebut pertunjukan teater apabila ada drama di dalamnya. Teater menjadi sebuah pertunjukan seni jika mengikutsertakan peran penonton. Dengan kata lain, secara khusus teater mengacu kepada aktivitas melakukan kegiatan dalam seni pertunjukan (to act) sehingga tindak tanduk pemain di atas pentas disebut acting. Istilah acting diambil dari kata Yunani  draomai yang berarti berbuat, berlaku, atau bereaksi. Karena aktivitas beraksi ini maka para pemain pria dalam teater disebut actor dan pemain wanita disebut actress (Harymawan, 1986:1).

Dapat disimpulkan bahwa perbedaan drama dan teater yang mendasar hanya pada asal kata drama dan teater itu, tetapi keterikatan antara teater dan drama sangat kuat. Teater tidak mungkin dipentaskan tanpa lakon (drama). Oleh karena itu pula dramaturgi menjadi bagian penting dari seni teater. Dramaturgi berasal dari bahasa Inggris dramaturgy yang berarti seni atau teknik penulisan drama dan penyajiannya dalam bentuk teater. Berdasarkan pengertian ini, maka dramaturgi membahas proses penciptaan teater mulai dari penulisan naskah hingga pementasannya.

Tujuan Drama

Drama bertujuan untuk menghibur para penonton. Dewojati (2010:1) berpendapat bahwa selain bertujuan untuk menghibur, drama juga memberikan kegunaan kepada pembaca (kalau drama tersebut ditulis) dan kepada penonton (jika drama tersebut dipentaskan). Seni pertunjukan erat sekali dengan hubungannya dengan emansipasi manusia itu sendiri (Harymawan, 1986:7). Dari pernyataan tersebut kita dapat mengetahui tujuan drama selain untuk menghibur bagi para penikmat (penonton) ialah memberikan gambaran langsung, baik permasalahan kehidupan, cara bersosialisasi dalam kehidupan nyata, ataupun cara berfikir dan bertindak seseorang dalam segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan manusia pada umumnya, dan juga mempertajam kepekaan emosi. Sedangkan bagi para pemain ialah meningkatkan imajinasi dari naskah, membentuk postur tubuh, berlatih pengembangan ujar atau cara bicara, dan juga sebagai sarana menyalurkan hobi.


Previous
Next Post »
0 Komentar